Skip to content

An-nida

October 27, 2010

Annida ialah kata panggilan, yang dipanggilnya dinamakan Munada. Huruf-huruf Nida :

a.       يا                                             b. ا

c.       اى                                            d. اى

e.       ايا                                           f. وا

g.      ا                                             h. هيا

Hamzah (اى) dan ( ا ) untuk memanggil yang dekat sedang sisanya untuk memanggil yang jauh.

Kadang-kadang Munada yang jauh dianggap sebagai Munada yang dekat, lalu dipanggil dengan huruf Nida dengan huruf Nida Hamzah dan ay. Hal ini merupakan isyarat atas dekatnya Munada dalam hati orang yang memanggilnya seperti kata seorang penyair :

اسكا ن نعما ن الآراك تيقنوا # بانكم في ربع قلبي سكا ن

“ Wahai penduduk na’man al-arak ! hendaklah kalian yakiini bahwa kalian selalu menepati lubuk hatiku”

Sekalipun penduduk na’man alarak jauh, tetapi penyair menggunakan huruf “a” sebagai isyarat bahwa penduduk itu selalu dekat dihatinya.

Dan kadang-kadang munada yang dekat dianggap sebagai munada yang jauh, lalu dipanggil dengan huruf Nida selain hamzah dan ay. Hal ini sebagai isyarat atas ketinggian derajat Munada, atau kerendahan martabatnya, atau kelalaian atau kebekuan hatinya.

Yang dipanggil sangat tinggi derajatnya yang jauh seakan-akan jauh dalam jarak tempat, seperti perkataan Abu Nawas :

با رب ان عظعت ذنوبي كثرة # فلقد علمت بان عفوك اعظم

“Ya Tuhan ku ! sekalipun dosa-dosaku sangat besar, namun sungguh aku yaqin bahwa ampunanmu jauh lebih besar.

“sekalipun Allah dekat “Aqrobu min Habil Warid”, tetapi Abu Nawas menggunakan huruf Nida “ya’ yang biasanya dipergunakan untuk panggilan jauh. Hal ini dikarenakan Allah sangat tinggi jauh melebihi derajatnya. Jauh perbedaan dalam derajat dan kedudukan seakan-akan jauh dalam tempat.

Yang dipanggil dianggap sangat rendah kedudukannya bodoh atau lalai dan lupa, seperti dalam firman Allah  menghikayatkan kata ejekan Firaun terhadap Nabi Musa.

اني لآظنك يا موسى مسحورا

“Sungguh aku mengira engkau orang terkena sihir hai Musa !”

Sekalipun Nabi Musa dekat dihadapannya tetapi firaun menggunakan “ya” padahal biasanya untuk panggilan jauh. Hal ini dikarenakan ia beranggapan bahwa Nabi Musa sangat rendah derajatnya. Jauh berbeda dengannya. Perbedaan kedudukan sangat jauh, disamakan jauh jarak tempat.

Kata penyair lain yang ditujukan kepada pengumpul harta yang tidak ada batasnya.

اياجامع الدنيا لغير بلاغة # لمن تجمع الدميا وامت تموت

“Wahai pengumpul harta yang tidak ada batas ? untuk apakah kau kumpulkan semua itu sedangkan engkau akan mati ?

Sekalipun dekat tapi dipanggilnya dengan ayya dikarenakan orang lalai dan lupa itu menurutnya tidak ada pada satu tempat dengan kedudukannya.

 

 

2.2   Nida yang keluar dari pengertian asalnya.

Diatas sudah diterangkan bahwa Nida itu memanggil untuk menghadap tetapi kadang-kadang mempunyai pengertian lain diantaranya :

a. Al-Jazru (melarang), seperti :

يا قلب ويحك ما سمعت لنا صح # لماارتميت ولااتقيت ملاما

“Wahai hati ! aneh, engkau tidak mau mendengarkan orang yang menasehatimu, dan belum pula engkau membersihkan dan menjaga cercaan orang.”

b. Attahassuru Wattawajjuu ( merasa menyesal dan sakit), seperti :

اياقبرمعن كيف واريت جوده # وقدكان منه البروالبحرمترعا

“Wahai kuburan Maan ! bagaiman engkau bisa menutupi kedermawanannya sedangkan daratan dan lautan penuh dengan kebaikannya.”

c. Al-Igroo (mendorong, memberi semangat,) seperti yang ditujukan kepada orang yang sedang teraniaya :

يامظلوم , تكلم !

“Wahai orang yang teraniaya ! bicaralah”

 

From → bhalaghah

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: